Departemen

Sosial masyarakat

kepala DEPARTEMEN

sulthan ali pasha

fmipa 2019

WAKIL KEPALA DEPARTEMEN
BIDANG EKSTERNAL

hanifah dianti

fisip 2020

WAKIL KEPALA DEPARTEMEN
BIDANG INTERNAL

annisa candrarini

fpsi 2019

STAFF

ahmad mufid d.

agus setiawan

azmi shakila khairany

difa alya husna

elang maulana p.

esther grace thina s.

m. reksa pandiah

m. rafly alrasyid

raafi putri r. s.

shafira berliany h.

shita shahifa iqlima

venus valencia

program kerja

Gerakan UI Mengajar (GUIM) merupakan suatu kegiatan pengabdian masyarakat berbasis community service yang bergerak di bidang pendidikan. Tujuan utama dari GUIM adalah untuk meningkatkan pemerataan pendidikan dasar di Indonesia. GUIM menjadi salah satu wadah yang disediakan bagi Mahasiswa UI untuk berkontribusi menebar kebermanfaatan yang nyata di bidang pendidikan, dan bagi siswa sekolah dasar, dan masyarakat di sekitar titik aksi. Dalam perjalanannya, GUIM diharapkan dapat selalu memberikan Inspirasi dan dampak positif yang nyata bagi seluruh elemen yang terlibat di dalamnya. Di masa sekarang dimana Pandemi Covid-19 masih mengancam, GUIM diharapkan dapat beradaptasi dengan keadaan, dan mengoptimalkan segala programnya, dan dapat meminimalisir faktor hambatan yang mungkin terjadi.

Secara umum, kegiatan GUIM dibagi menjadi 3 tahap yaitu, pra aksi, aksi, pasca aksi. Tahap pra aksi, meliputi serangkaian acara seperti perekrutan panitia dan/atau relawan, team building panitia, grand opening, perekrutan pengajar, pembekalan dan pelatihan materi untuk di titik aksi. Pada tahap aksi, panitia, pengajar, dan/atau relawan, berkolaborasi dalam melakukan intervensi pada sekolah dasar, dan masyarakat titik aksi, dengan teknis yang telah disesuaikan dengan masing-masing titik aksi, dan kondisi yang akan dihadapi. Pada tahap pasca aksi, yaitu setelah aksi terlaksana, panitia akan menyusun suatu laporan rekomendasi yang berdasarkan pada observasi, dan assessment yang telah dilakukan selama aksi berlangsung. Setelah itu laporan tersebut akan di advokasikan kepada pihak daerah wilayah sasaran aksi, agar selanjutnya dapat dijadikan pertimbangan dalam menyusun kebijakan daerah terkait pendidikan. Terdapat pula mekanisme monitoring dan evaluasi guna mengukur tingkat keberhasilan dan keberlanjutan program yang telah dilakukan oleh GUIM selama masa aksi. Dalam prosesnya GUIM dibantu oleh Ikatan Alumni GUIM yang tergabung pada komunitas Sayap Dewantara Indonesia (Sadewa) untuk memastikan keberlanjutan program yang sudah berjalan selama 11 tahun ini.

Depok Kita merupakan suatu program kerja Departemen Sosial Masyarakat BEM UI yang pada tahun ini akan dilakukan penggabungan dengan program Festival Rakyat, dan Rebranding dari yang semula bergerak dengan basis Community Development menjadi bergerak dengan basis Community Service. Rangkaian kegiatan Depok Kita akan mulai dilakukan dengan melakukan survei guna mencari daerah titik aksi yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, untuk menentukan daerah sasaran titik aksi Depok Kita. Lalu setelah ditentukan Daerah titik aksi, akan dilakukan serangkaian assessment need pada titik tersebut untuk mengetahui kebutuhan yang berada pada titik terpilih, agar dapat menentukan intervensi apa yang akan dilakukan yang dapat membantu masyarakat pada daerah sasaran titik tersebut.

Seperti yang diketahui, bahwa UI terletak di Kota Depok, khususnya di sekitar daerah Pondok Cina, dan Kukusan, yang juga dapat diartikan bahwa kota Depok merupakan wilayah tempat Mahasiswa UI menuntut Ilmu. Oleh karena itu Depok Kita hadir untuk menyediakan wadah bagi mahasiswa UI untuk berkontribusi kepada kota Depok, dan juga kepada masyarakat sekitar UI seperti Kukusan, dan Pondok Cina melalui kegiatan sosial berbasis Community Service, yang melibatkan Departemen Sosial Masyarakat/Pengabdian Masyarakat BEM se-UI.

Kegiatan ini akan diawali dengan serangkaian need assessment untuk mengetahui kebutuhan pada sasaran titik aksi terpilih, untuk lebih mengetahui kebutuhan masyarakat pada daerah tersebut. Lalu dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat daerah aksi, seperti kegiatan pencerdasan, gotong royong, dan bentuk kegiatan lain yang sesuai. Setelah itu akan diadakan kegiatan yang mencakup dua titik aksi, yaitu titik aksi pertama yang didapatkan dari hasil survei, dan daerah Kukusan dan Pondok Cina sebagai titik aksi kedua tempat di Sekitar UI. Kegiatan yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat pada daerah tersebut, beserta oleh sivitas UI, yaitu kegiatan Lomba UI Mencari Bakat, dan Pameran UMKM, yang keduanya akan dilaksanakan secara daring. Pada tahap akhir dari Depok Kita, akan terdapat serangkaian kegiatan seperti Pengumuman pemenang lomba, serta pemberian Legacy pada daerah titik aksi yang didapatkan dari hasil survei. Legacy yang ditinggalkan tentunya telah ditentukan dari serangkaian observasi dan assessment need agar dapat menunjang kehidupan masyarakat pada daerah tersebut.

Program Depok Kita dilaksanakan pada 2 Titik Aksi untuk menunjukkan bahwa UI tidaklah eksklusif, bahwa UI merupakan bagian dari Masyarakat Depok, bahwa UI dan Mahasiswa UI juga bagian dari daerah Kukusan, dan Pondok Cina.

Pada tahun ini, sebagai bentuk pengejawantahan arahan strategis BEM UI 2022 dan sebagai upaya mendorong kesadaran mahasiswa UI secara lebih signifikan dalam usaha pembangunan berkelanjutan, Departemen Sosial Masyarakat BEM UI 2022 mencanangkan satu buah program kerja inovasi baru, yakni UI SDGs Summit. Dengan berfokus pada 2 dari 17 tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs), yakni tujuan nomor 3 untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia; dan tujuan nomor 4 untuk memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua, Departemen Sosial Masyarakat BEM UI 2022 percaya bahwa keterlibatan mahasiswa dalam masyarakat dapat ditingkatkan melalui kesadaran akan pentingnya pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan dan pendidikan.

UI SDGs Summit (yang selanjutnya disebut UISS) dirancang untuk menggerakan mahasiswa untuk menuangkan ide-ide inovatifnya untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. UISS secara garis besar akan dilaksanakan melalui rangkaian acara yang dimulai dengan kegiatan penuansaan seperti kompetisi paper mengenai pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan dan kesehatan, serta kegiatan diskusi publik, yang ditutup dengan SDGs Summit sebagai kegiatan puncak. Di tahun pertama pelaksanaan ini, UISS akan fokus pada skala regional atau nasional, yakni di Indonesia.

Rumah Belajar BEM UI merupakan program kerja Departemen Sosial Masyarakat BEM UI yang diadakan sebagai upaya mengatasi ketimpangan pendidikan masyarakat Depok. Rumah Belajar BEM UI merupakan kegiatan sosial berbentuk pendidikan non-formal yang diberikan kepada peserta didik sekitar UI yang kurang mampu secara finansial. Rumah Belajar BEM UI berlangsung selama dua semester (1 tahun). Panitia dan pengajar Rumah Belajar BEM UI melibatkan mahasiswa UI dan non-UI sebagai relawan. Relawan pengajar Rumah Belajar BEM UI terdiri atas 75% mahasiswa UI dan 25% mahasiswa non-UI yang diseleksi melalui perekrutan terbuka pada awal semester 1 dan 2. Rumah Belajar BEM UI menyediakan kelas untuk peserta didik kelas 1–6 SD untuk membantu pembelajaran mereka di sekolah. Selain itu, yang menjadi pembeda Rumah Belajar BEM UI dengan rumah belajar lainnya adalah kelas belajar Paket B dan C yang disediakan untuk membantu masyarakat mendapatkan ijazah lulus SMP dan SMA.

Kegiatan Belajar Mengajar Rumah Belajar BEM UI dilakukan setiap hari Sabtu, kecuali hari libur nasional dan libur semester, melalui platform online. Kegiatan Belajar Mengajar terdiri atas pengajaran mata pelajaran seperti di sekolah umum, UTS, UAS, pembagian rapor, dan Sabtu Ceria serta Sharing is Caring. Sabtu Ceria dan Sharing is Caring berisi kegiatan yang dapat meningkatkan soft skill, kreativitas, atau motivasi peserta didik. Perbedaannya hanya pada target peserta didik, Sabtu Cerita ditujukan untuk peserta didik kelas 1–6 SD, sedangkan Sharing is Caring ditujukan untuk peserta didik Paket B dan Paket C.

Fungsi kebencanaan memiliki peran khusus dalam penentuan penyikapan isu kebencanaan yang terjadi di Indonesia. Ketika terjadi suatu isu bencana di Indonesia, dilakukan diskusi antara Staf Fungsi Kebencanaan, bersama dengan Kepala Departemen, dan Wakil Kepala Departemen Sosial Masyarakat mengenai bentuk penyikapan yang sesuai terhadap kondisi yang terjadi pada di lapangan. Aksi penanggulangan bencana akan dilakukan bersama dengan organ taktis tingkat UI Seperti DPPM UI, maupun tingkat nasional seperti, BNPB, BPBD, PMI, dan organ taktis lain. Fungsi Kebencanaan juga sebagai koordinator terhadap gerakan penanggulangan bencana bagi mahasiswa UI, serta kegiatan pencerdasan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian mahasiswa UI terhadap bencana yang terjadi di Indonesia.

Pada tahun ini, fungsi kebencanaan diharapkan dapat melakukan kegiatan pencerdasan yang lebih komprehensif melalui konten pada kanal media sosial BEM UI, dan kanal media sosial Departemen Sosial Masyarakat BEM UI 2022 demi meningkatkan kesadaran dan pengetahuan sivitas UI mengenai isu kebencanaan. Akan terdapat dua kegiatan utama dalam melakukan kegiatan pencerdasan, yaitu konten Edukasi Kebencanaan (Duka) dan konten edukasi mengenai Pandemi Covid-19 dengan nama Covid Heroes Series. Kedua konten Pencerdasan isu kebencanaan tersebut akan dilakukan bergantian, yang idealnya akan dilakukan minimal dua kali dalam sebulan. Dalam pelaksanaannya, dapat berkolaborasi dengan Fungsi Media, Propaganda, dan Jaringan, dalam pembuatan dan publikasi konten pencerdasan tersebut.

Media, Propaganda, dan Jaringan merupakan fungsi Departemen Sosial Masyarakat BEM UI yang diharapkan dapat menggugah kepekaan dan kepedulian mahasiswa UI melalui publikasi isu dan kegiatan sosial serta menjalin relasi dengan komunitas sosial dan civitas non akademika UI di kanal media Instagram Departemen Sosial BEM UI. Relasi dengan komunitas sosial yang sudah terjalin diharapkan dilanjutkan dengan kegiatan kolaborasi bersama Departemen Sosial Masyarakat BEM UI, misalnya dengan mengundang komunitas sebagai narasumber acara Departemen Sosial Masyarakat BEM UI. Fungsi Media, Propaganda, dan Jaringan menjadi wadah peringatan hari besar nasional atau internasional yang bertema sosial, propaganda isu sosial yang sedang terjadi, dan perwajahan Departemen Sosial Masyarakat BEM UI melalui publikasi rutin mingguan di kanal media Instagram, Twitter, dan TikTok Departemen Sosial Masyarakat BEM UI. Selain melalui kanal media Departemen Sosial Masyarakat BEM UI, propaganda isu sosial yang sedang terjadi atau perayaan hari besar nasional atau internasional yang bertema sosial juga dapat dilakukan secara langsung (luring). Fungsi Media, Propaganda, dan Jaringan dapat berkolaborasi dengan program kerja atau fungsi lainnya yang ada di Departemen Sosial Masyarakat BEM UI dengan pembuatan konten interaktif, infografis, tips and tricks, IGTV, reels, dan publikasi kreatif lainnya.

Kajian Masyarakat Urban merupakan fungsi Departemen Sosial Masyarakat BEM UI 2022 yang bergerak berdasarkan pemahaman bahwa kesadaran dan keterlibatan mahasiswa terhadap kegiatan pengabdian masyarakat dapat ditingkatkan melalui penyediaan akses informasi yang cukup berkaitan dengan isu sosial masyarakat yang hadir di sekitar mahasiswa. Fungsi ini juga bergerak dengan kesadaran penuh bahwa UI berada di dalam lingkungan masyarakat urban yang memiliki karakteristik dan sifat tertentu dalam isu-isu sosial masyarakat yang berkembang di dalamnya. Isu-isu tersebut dapat dikaji secara komprehensif dan multi-perspektif melalui riset dan diskusi aktif antar-stakeholder terkait.

Di tahun ini, Kajian Masyarakat Urban Departemen Sosial Masyarakat BEM UI 2022 akan mengangkat empat isu utama, yakni (1) isu pandemi Covid-19; (2) isu perempuan dan anak; (3) isu hak atas kota dan lingkungan; dan (4) isu pendidikan. Keempat isu utama memiliki urgensi yang penting untuk dikaji mengingat kehadiran dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat urban.

Kajian Masyarakat Urban tidak hanya dipublikasikan dalam bentuk naskah kajian, melainkan dikemas pula dalam bentuk-bentuk konten kreatif seperti infografis pencerdasan, video singkat, dan/atau gambar ilustrasi sesuai dengan tren yang sedang berkembang. Pengemasan kajian dalam bentuk selain naskah ini juga diharapkan mampu menjadi media penyampaian isi kajian dengan lebih ramah dan mudah dicerna oleh masyarakat luas.